Parupeneus trifasciatus – Jenggot garis-dua (Doublebar goatfish)

2023 Data Samudera Ikan

Parupeneus trifasciatus (Lacepède, 1801)

Jenggot garis-dua
Doublebar goatfish

Etimologi
Parupeneus, dari Bahasa Yunani para yang berarti ‘mirip’ dan Peneus, nama aliran sungai, nama mengacu pada kemiripannya dengan kerabatnya dari genus Upeneus. Trifasciatus dari Bahasa Yunani tri yang berarti ‘tiga’ dan fasciatus yang berarti ‘garis’.

Klasifikasi Ilmiah
Ordo Perciformes > Famili Mullidae

Status Konservasi
Least Concern (Risiko rendah)

Deskripsi Singkat
Ikan jenggot garis-dua tidak memiliki tubuh yang memanjang seperti anggota famili Mullidae pada umumnya. Barbel di bagian dagu nya panjangnya tidak melebihi bagian paling belakang penutup insang. Tubuh berwarna putih kekuningan, terkadang dengan semu keunguan dan memiliki bintik – bintik oranye di sisiknya. Memilki dua baris hitam tebal yang masing – masing terletak di bawah sirip punggung pertama dan kedua. Memiliki fase warna merah dimana garis hitam memudar dan tidak mencapai perut, bagian kepala lebih gelap daripada bagian badan. Ukuran maksimal 35 cm (panjang)

Distribusi
Ikan jenggot garis-dua tersebar di perairan Samudera Hindia, mulai dari Laut Merah, Pesisir Timur Afrika, Kepulauan Christmas, dan Selatan Pulau Jawa.

Habitat dan Tingkah Laku
Mendiami kawasan terumbu yang dangkal hingga perairan pesisir dengan kedalaman hingga 60 meter. Terkadang juga ditemukan di kawsan dnegan padang lamun. Memangsa invertebrata dasar perairan, terutama kepiting. Diperkirakan hampir setengah dari diet ikan jenggot ini merupakan kepiting kecil. Selain itu juga ditemukan memakan udang, gurita, udang ronggeng, amphipod, ikan, dan cacing. .

Manfaat Komersil
Dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dalam perikanan skala kecil. Ditangkap menggunakan pancing, jaring, atau perangkap.

Catatan
Ikan jenggot garis-dua merupakan spesies kompleks (Parupeneus trifasciatus complex) yang didalamnya juga bernanggotakan P. crassilabris dan P. insularis. P. crassilabris pada fase normal memiliki pola warna yang sama, namun baris hitam di bawah sirip punggung tidak mencapai ke bagian perut, serta bercak warna hitam disekitar matanya lebih jelas. Sedangkan P. insularis memiliki garis hitam yang sangat tebal di bagian belakang kepala hingga ke ujung belakang sirip punggung pertama, dan garis hitam lain yang juga sangat tebal di bagian bawah sirip punggung kedua hingga ke sirip dubur.

Selain itu, faktor geografi juga menjadi pemisah antara ketiga spesies tersebut. P. trifasciatus umum ditemukan di kawasan Samudera Hindia, sementara P. crassilabris ditemukan di Samudera Hindia bagian Timur dan Samudera Pasifik bagian barat. Sedangkan P. insularis hanya ditemukan di Pulau – pulau kecil yang terseba di Pasifik Barat.

Referensi

  1. Allen, G., Steene, R., Humann, P., & Deloach, N. (2005). Reef fish identification: tropical Pacific. Singapore: D2Print Pte Ltd; ISBN 1-878348-36-1.
  2. Carpenter, K. E., & Niem, V. H. (2001). FAO species identification guide for fishery purposes. The living marine resources of the Western Central Pacific. Volume 5 Bony fishes part 3 (Menidae to Pomacentridae). FAO Library.
  3. Randall, J. E., & Myers, R. F. (2002). Parupeneus insularis, a new central Pacific species of goatfish (Perciformes: Mullidae) of the P. trifasciatus complexZOOLOGICAL STUDIES-TAIPEI-41(4), 431-440.
  4. Syahailatua, A., & Nuraini, S. (2011). Fish species composition in seagrass beds of Tanjung Merah (North Sulawesi), IndonesiaMarine Research in Indonesia36(2), 1-10..

Andrimida, A., 2023 (6 April). Parupeneus trifasciatus – Jenggot garis-dua (Doublebar goatfish). [dalam] Mata Samudera. Malang. Diakses dari https://matasamudera.id/2023/04/06/parupeneus-trifasciatus/


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *